rework kontruksi dapat
memberikan Dampak buruk pada performa dan
produktifitas,baik konsultan maupun kontraktor .Akibat adanya rework biaya
pelaksanaan kontruksi juga mengalami pembekakan yang cukup signifikan dan
keterlambatan pelaksanaan proyek.
Selain
biaya langsung ,rework juga membawa dampak tidak langsung seperti biaya-biaya
administrasi (seperti overhead dan paperwork) dan menurunnya
produktifitas serta motivasi pekerja.Biaya tidak langsung biasanya jauh lebih
besar dan diperkirakanbisa mencapai tiga sampai lima kali lebih besar.
Rework Jika
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya pekerjaan ulang.Menurut penelitian
rework didefinisikan sebagai aktivitas di
lapangan yang harus dikerjakan lebih dari sekali, atau aktivitas yang
menghilangkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari
proyek di luar sumber daya, di mana tidak ada change order yang dikeluarkan yang disebabkan oleh ketidakcocokkan
dengan permintaan.
Dalam mengelola Manajemen Proyek (Project
Management), ada tiga faktor utama yang harus menjadi pertimbangan, yaitu
waktu yang sesuai rencana,biaya yang realistis dan sesuai dengan anggaran dan
mutu yang dapatdipertanggungjawabkan.
Ketiga faktor tersebut
sering disebut sebagai hambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi (TripleConstraints)3.
Ketiga kinerja factor tersebut juga dipengaruhi oleh penggunaan Sumber Daya
dalam proyek, yang lebih dikenal dengan 5 M (Money, Man, Material, Methode,
and Machine).
Faktor – faktor penyebab rework
dikelompok menjadi 3 bagian yaitu :
Ø faktor
desain dan dokumentasinya
Ø factor manajerial
Ø faktor
sumber daya (resources)
Faktor yang terkait dengan desain dandokumentasinya biasanya lebih langsung berhubungan dengan proses desain yang
melibatkan desainer (konsultan) dan pemilik proyek.Seperti kesalahan
desain,buruknya koordinasi dokumen,perubahan desain,detail tidak jelas ,dan
kurangnya pengetahuan bahan.Sebagai contoh,kesalahan dan permintaan perubahan
pada desainn yang baru diketahui setelah pekerjaan konstruksi berjalan dapat
menyebabkan pihak kontraktor harus membongkar dan mengerjakan ulang pekerjaan yang sama(Rework).
Desaindari suatu proyek juga sangat mempengaruhi biaya suatu proyek. Karena itulah
fase desain harus dilakukan dengan cermat. Seorang desainer mempunyai peranan
sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Seorang desainer harus mempertimbangkan
setiap keadaan yang mungkin terjadi selama kegiatan konstruksi untuk
meminimalkan terjadinya gangguan pada kegiatan konstruksi. Seringkali ditemukan
kesalahan dalam kegiatan desain yang kemudian menimbulkan masalah terhadap
jalannya kegiatan konstruksi. Kegagalan desain ini seringkali menyebabkan
terjadinya klaim terhadap kontrak kerja dan juga perubahan instruksi
selama kegiatan konstruksi
berlangsung.
Kualitas
dokumen desain yang buruk merupakan faktor utama yang menyebabkan tidak efisiennya
kegiatan konstruksi, dan merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap
penundaan kegiatan konstruksi. Kesalahan pada dokumen desain merupakan resiko yang
cukup tinggi, yang diduga menyebabkan banyak terjadinya perubahan atau pekerjaan
ulang pada kegiatan konstruksi. Desain dan dokumentasi yang kurang jelas dapat
menyebabkan penundaan kegiatan konstruksi, terjadinya pekerjaan ulang (rework)
yang mengakibatkan membengkaknya biaya dan waktu pelaksanaan proyek secara
keseluruhan.
Sehingga
untuk menghasilkan suatu dokumen desain yang berkualitas, disainer harus mampu mengkomunikasikan
apa yang ada di pikirannya secara jelas agar mudah dipahami oleh pelaksana.
Factor manajerial bisa disebabkan oleh
semua pihak di kontruksi baik itu pemilik, desainer (konsultan),dan/atau
kontraktor.seperti halnya kurangnya teamwork
,jadwal yang terlalu padat ,kurangnya control ,kurangnya informasi lapangan
,buruknya alur informasi ,material terkirim tidak sesuai ,kurangnya antisipasi
keadaan alam ,serta permintaan bahan yang terlambat adalah beberapa factor manajerial
yang menjadi penyebab Rework
.
Kinerja Komunikasi yang tidak baik dalam
proyek bisa mengganggu pencapaian sasaran proyek. Faktor utama yang
mengakibatkan rework dari kelompok faktor manajerial salah satunya
adalah buruknya alur komunikasi5. Komunikasi
yang tidak efektif dalam proyek juga mengakibatkan dampak lain seperti;
Perselisihan/kesalahpahaman antar unsure proyek, terjadinya over/underdesign sehingga mengganggu mutu pekerjaan, menghambat produktivitas, dan
berujung pada biaya yang tidak ekonomis (Ibnu Subagio:2006).
Faktor sumber daya berhubungan dengan
pekerja dan peralatan proyek, sehingga kontraktor lebih banyak terkait dengan
faktor-faktor tersebut. Faktor sumber daya ini biasanya muncul pada fase konstruksi
dan mengakibatkan adanya kesalahan pengerjaan di lapangan.beberapa factor
sumber daya yang menjadi penyebab rework ,seperti pertimbangan yang salah di
lapangan,kurangnya pengalaman/ pengetahuan pekerja ,bekerja tidak sesuai
prosedur ,peralatan yang kurang memadai , jumlah kerja lembur terlalu banyak.
Dari beberapa factor terkait penyebab
terjadi nya rework
,hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor
yang berhubungan desain dan dokumentasi merupakan penyebab utama timbulnya rework
.
Untuk mengurangi terjadinya rework,mnenurut hasil penelitian cara yang efektif
yaitu
Ø meningkatkan komunikasi yang baik .
sebagaimana buruknya koordinasi dan
juga kesalahan dalam dokumen desain dapat ditekan dengan membuat jalur
koordinasi dan komunikasi yang baik pada fase
desain , sehingga permasalahan desain ini dapat dideteksi dan dikoreksi sebelum
masuk ke fase konstruksi.
Ø Memperkirakan
perubahan dan kesalahan yang dapat terjadi pada desain.
usaha ini tidak hanya
ditujukan pada faktor teknis, tetapi juga non-teknis, seperti faktor manusia,
manajerial dan organisasi.
Ø
Ikut
menyertakan kontraktor pelaksana dalam proses disain awal.
Daftar
pustaka :
Lee J. Krajewski & Larry P. Ritzman, Operational
Management, Strategy and Analysis, 5th
Ed.,hlm 798
Samuel
Winata, Yanto Hendarlim, “Faktor-Faktor Penyebab Rework Pada Pekerjaan
Konstruksi”. Journal Teknik Sipil Universitas
Kristen Petra Volume 1, No. 1 Maret 1999.
“ Critical Communications Variables: ,Journal of
Construction Engineering and Management,
Februari 1998.
Harno Garnito', Krismawan2, Benar
Bukit 3 “Proses desain dan pendokumentasian pada kegiatan “Perekayasaan
Perangkat treatment delivery system (TDS) brachyterapi medium rate(MDR) tahun
2011”
Search from google ;
penyebab rework kontruksi,cara mengatasi rework,tips mengatasi rework,bagaimana mencegah terjadinya rework,faktor penyebab rework,penyebab utama rework,kiat mengurangi rework,pengertian rework,kerugian akibat rework,manajemen proyek,hambatan pelaksanaan proyek kontruksi,faktor yang mempengaruhi biaya proyek.
Search from google ;
penyebab rework kontruksi,cara mengatasi rework,tips mengatasi rework,bagaimana mencegah terjadinya rework,faktor penyebab rework,penyebab utama rework,kiat mengurangi rework,pengertian rework,kerugian akibat rework,manajemen proyek,hambatan pelaksanaan proyek kontruksi,faktor yang mempengaruhi biaya proyek.






0 komentar:
Posting Komentar