Pertambahan penduduk yang semakain meningkat berakibat pada membengkaknya volume lalu lintas terutama di kota-kota besar,bukan hal yang mustahil lagi jika banyak terjadi kemacetan di kota-kota beasar di indonesia , khususnya pada jam sibuk. Salah satu indikator dari kemacetan lalu-lintas adalah kecepatan perjalanan atau waktu perjalanan pada ruas-ruas jaringan jalan kota.Informasi mendasar yang diperlukan terhadap pengembangan jaringan jalan ,diantaranya dengan melihat korelasi terhadap volume lalu lintas sehingga dapat di ketahui seberapa tingkat pelayanan jalaan .Untuk mendapatkan data-data tersebut perlu dilakukanya survei prjalanan lalu lintas ,dimana dalam kegiatan survei dapat dipilih metode yang akan dipakai sesuai dengan tujuan studi yang akan dilaksanakan guna mengetahui kondisi lalu lintas saat jam sibuk.
1. Metode Kendaraan contoh
Cara ini dilakukan dengan kendaraan contoh yang dikendarai pada arus lalu-lintas dengan mengikuti salah satu dari kondisi operasi sebagai berikut :
a. Pengemudi berusaha membuat kendaraan contoh mengambang pada arus kendaraan dalam artian mengusahakan agar jumlah kendaraan yang disiap kendaraan contoh sama dengan
kendaraan yang menyiap kendaraan contoh.
b. Pengemudi mengatur kecepatan sesuai dengan perkiraan kecepatan arus kendaraan.
c. Kendaraan contoh melaju sesuai dengan kecepatan batas kecuali terhambat oleh kondisi
lalu-lintas yang disurvai.
Pada cara ini dapat diperoleh kecepatan perjalanan total dan kecepatan bergerak serta lokasi
hambatan dan lamanya hambatan di sepanjang rute.
2. Metode Kendaraan Bergerak
Dalam metode ini, kendaraan bergerak dalam arus lalu-lintas untuk mengumpulkan data yang
meliputi waktu perjalanan serta arus lalu-lintas baik yang searah maupun yang berlawanan arah dengan kendaraan pengamat. Disamping memperkirakan waktu perjalanan/ kecepatan perjalanan, besarnya volume lalu-lintas dapat pula diperkirakan dari metode ini.
3. Metode Kecepatan Setempat
Waktu perjalanan bergerak dapat diperoleh dari metode kecepatan setempat. Metode kecepatan setempat dimaksudkan untuk pengukuran karakteristik kecepatan pada lokasi tertentu pada lalu-lintas dan kondisi lingkungan yang ada pada saat studi. Sejumlah kecepatan ini perlu diambil, agar dapat diperoleh hasil yang dapat diterima secara Statistik.
Lokasi pengamatan kecepatan setempat sebaiknya dipilih pada ruas jalan diantara persimpangan, sedangkan waktu pengamatan tergantung pada tujuan penggunaan hasil survai. Kecepatan setempat hendaknya dilakukan pada saat udara yang baik dengan kondisi lalu-lintas normal. Pelaksanaan survai dapat secara manual atau otomatis. Pada cara manual, kecepatan dihitung berdasarkan waktu selang pada jarak tertentu. Alat yang diperlukan adalah stop watch, meteran dan material untuk tanda pada permukaan jalan.
4. Metode Nomer Kendaraan
Dalam metode ini, waktu dan nomor kendaraan pada titik masuk dan keluar dicatat dan dicocokkan untuk mendapatkan waktu perjalanan. Rute yang disurvai diusahakan mempunyai sedikit persimpangan besar. Apabila persimpangan besar banyak terdapat pada rute yang diamati, suatu tim diperlukan untuk mengamati kendaraan-kendaraan yang keluar dari arus di persimpangan-persimpangan tersebut. Informasi ini akan memberikan pola waktu perjalanan pada ruas-ruas jalan di sepanjang rute yang diamati. Namun tim tersebut tidak diperlukan apabila jumlah sampel adalah nomor-nomor kendaraan yang diamati pada titik-titik
masuk dan titik-titik keluar rute yang diamati.
Karakteristik dari waktu perjalanan/kecepatan perjalanan diperlukan untuk aktivitas-aktivitas
sebagai berikut :
a. Untuk menentukan perlunya peraturan lalu-lintas dan penempatan alat-alat pengatur
seperti: batas kecepatan, rute sekolah, penyeberangan pejalan kaki, lokasi rambu-rambu lalu-lintas
dan lampu lalu-lintas.
b. Studi untuk mengatasi tingkat kecelakaan yang tinggi pada lokasi-lokasi tertentu, dimana dapat ditentukan korelasi antara kecepatan dan kecelakaan.
c. Evaluasi tingkat perbaikan lalu-lintas, misalnya mempelajari sebelum dan sesudah
peningkatan jalan.
d. Menganalisa daerah kritis yang banyak terjadi keluhan.
e. Untuk penentuan elemen-elemen perencanaan geometrik jalan, seperti gradien, super elevasi
dan persimpangan.
f. Untuk menentukan tingkat keperluan penegakan hukum.
g. Untuk evaluasi ekonomi seperti menghitung biaya operasi kendaraan dari peningkatan jalan
atau pengaturan lalu-lintas.
h. Penentuan rute yang efisien untuk arus lalu-lintas.
i. Untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi kemacetan lalu-lintas.
j. Untuk studi perencanaan transportasi seperti pada proses alokasi lalu-lintas.
referensi :
Direktorat Jendral Bina Marga dan Pembinaan jalan kota,"Panduan Survei dan Perhitungan Waktu Perjalanan Lalu Lintas"






0 komentar:
Posting Komentar