Halaman

Kamis, 26 September 2013

Menumbuhkan Benih Kreatifitas

mungkinkah kreatifitas dapat dikembangkan ?,lantas apa dan bagaimana supaya sikap kreatif ini bisa tumbuh menjadi sebuah karakter yang bisa memunculkan berbagai inovasi alternatif pemecahan masalah.kreatifitas dapat ditumbuhkembangkan pada setiap orang melalui proses yang sifatnya bertahap.sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang memberikan stimulasi intelektual dan mendorong bawahanya untuk berfikir lebih terbuka dapat meningkatkan kreatifitas.kerjasama dengan orang lain dalam sebuah tim ,terutama yang memilki latar belakang yang beragam ,dapat mendorong kreativitas.kreatifitas bukanlah monopoli hak orang genius saja.

Ternyata IQ tidak menjadikan jaminan terhadap orang yang mempunyai kemampuan berfikir secara praktis ,cekatan ,orisinal,dan kratif.kreatifitas berarti keberanian untuk mengambil risiko,mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan hasilnya belum pasti.tentunya harus mempertimbangkan segala resiko dan konsekuensi dengan cermat terlebih dahulu.selama otak masih berfungsi ,kreatifitas masih mengalir dalam diri seseorang.lalu kenapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreatifitas mereka secara optimal ? Hambatan apasajakah yang mengahalangi menjadi kreatif. seperti yang penulis ketahui dalam buku Kiat menjadi orang kreatif,bahwa Philip Plus mengatakan ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif .yaitu :

pertama,Rasa Takut
Rasa takut gagal seringkali yang memicu faktor tumbuh kembangnya berfikir kreatif

Kedua,Rasa Puas
Orang yang sudah puas terhadap apa yang diaraihnya baik itu kesuksesan ataupun kenyamanan pula bisa menjadi hambatan tumbuhnya benih kreatif,seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas sehingga tidak lupa tidak terdorong untuk menumpahkan pikiran kreatif untuk  melakukan peruabahan mencoba yang baru ataupun menciptakan sesuatu yang baru.

Ketiga,Rutinitas Tinggi
Kurangnya waktu untuk meluangkan membaca buku-buku setiap minggu

Keempat,Kemalasan Mental
Malasnya mengasah otak untuk memikirkan sesuatu yang baru.
Tahukah anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebihbaik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar.Apa yang terjadi Seandainya Edison malas berfikir setelah kegagalan pertama  dan berhenti mengasah kreativitasnya melanjutkan eksperimen-eksperimen selanjutnya ?

Kelima,Terpaku pada Masalah
 Begitu banyaknya masalah terkadang timbul rasa frustasi berhenti berfikir bagaimana cara memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut.kembali lagi pada kreativitas ,sikap ini akhirnya tidak bisa lepas yang pada akhirnya kita akan terdorong untuk memacu kreatifitas untuk menemukan cara lain yang lebih baik ,lebih cepat,lebih efektif.

Keenam,Stereotyping
Peran andil lingkungan dan budaya sekitar tanpa disadari atau tidak telah membentuk opini umum terhadap sesuatu(stereotyping)  

 Begitu pula halnya dengan potensi ,potensi bisa berkembang maksimal melebihi pikiran ,semuanya tergantung pada cara memandang potensi diri dan motivasi untuk mengembangkannya.sadarkah jika tanpa disadari anda dikuasai paradigma yang salah dan sudah tersimpan mencapai 88 % masuk di alam bawah sadar.Potensi berkembang dengan baik pada orang yang menyadari kemampuannya dan berkemauan kuat untuk mengembangkannya.Sebaliknya,potensi akan terkubur jika tidak ada minat untuk menggalinya.sebenarnya tidak ada orang yang bodoh ,tidak mampu ,tidak berbakat ,dan tidak berpotensi.setiap orang merupakan emas,logam mulia yang berharga mahal.hanya saja takaran kemauan orang untuk mau menggali potensinya berbeda dan banyak orang belum menyadari potensi tersebut,walau sebenarnya dalam dirinya ada sebuah talenta emas dan potensi hebat yang bersemayam pada dirinya.

Selamat Berkarya

0 komentar:

Posting Komentar



free counters