Halaman

Senin, 03 Februari 2020

Teknologi Bambu Laminasi,Inovasi Material Bahan Bangunan


Dok.Kementrian PUPR
Indonesia memiliki hutan bambu terluas keenam di dunia.Bambu sudah lama dilirik sebagai salah satu alternatif dalam dunia arsitektur dan kerap digunakan untuk bangunan. Material ini ramah lingkungan karena untuk menumbuhkan bambu, hanya perlu waktu sekitar 3-5 tahun.

Namun penggunaannya sebagai material utama dalam mendirikan bangunan  pengganti kayu terkendala bentuk dan ketahanan apabila digunakan sebagai balok, kolom atau papan.

Mengingat bambu sebagai potensi alam indonesia saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.Sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan material ini dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan mengembangkan bambu laminasi.

Saat ini sudah ada teknologi Bambu Laminasi dari @balitbangpupr. Bambu Laminasi telah melalui pemrosesan sehingga bentuk dan ketahanannya dapat menyerupai kayu. Bambu Laminasi dapat diaplikasikan pada hampir seluruh komponen bangunan tradisional, kecuali penutup atap.

Teknologi ini telah diaplikasikan sebagai struktur rumah tradisional di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Di samping konstruksi bangunan, Bambu Laminasi juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan, daun pintu dinding tempel, parket lantai, meubel, dan gazebo.

#Bambulaminasi #Bahanbangunan #KementrianPUPR


sumber : Kementrian PUPR 

0 komentar:

Posting Komentar



free counters