Halaman

Jumat, 07 Februari 2020

Mengembangkan Bakat Anak,Bagaimana Caranya!yuk Simak.


Bakat anak adalah titipan yang diberikan Tuhan kepada anak. Titipan itu melekat pada anak dan menjadi milik anak, bukan milik orangtua. Oleh karena itu, setiap saat orangtua harus menyadari bahwa fungsinya adalah membantu anak.Orangtua bukanlah penentu masa depan anak. Tetapi orangtua berperan untuk membantu agar potensi-potensi yang dititipkan Tuhan kepada anak itu bisa keluar, ditemukan, dan tumbuh berkembang.


Kemandirian,

Tugas orang tua adalah mendampingi anak untuk tumbuh menjadi orang mandiri sesuai potensi yang mereka miliki. Ingat, sesuai potensi yang mereka miliki. Bukan sesuai keinginan orang tua. Juga bukan mengikuti jejak orsng tua atau kakak mereka. Tugas orang tua adalah menyediakan lingkungan yang sehat untuk tumbuh, menumbuhkan sikap-sikap dasar seperti disiplin, kerja keras, hormat kepada orang lain. Soal anak mahir dalam hal apa, itu tergantung pada potensi yang mereka miliki. Orang tua harus membantu anak menemukan dan mengembangkan potensi itu. Orang tua bukan pembuat potensi itu.


Tanggung Jawab,

Mendidik Anak dengan Tanggung Jawab Sederhana,sekecil apapun tanggung jawab yang diberikan pada anak, bila anak bisa melakukannya dengan baik, akan sangat berguna bagi perkembangan anak dan bisa jadi bekalnya kelak saat dewasa. Tanggung jawab mengajarkan anak untuk mandiri, jadi anak yang bisa diandalkan dan produktif.


Motivasi,

orang tua harus mampu memberikan dorongan dan dukungan potensi prestasi yang dimiliki anak,membina secara tepat dan terarah sejak kecil terutama dalam lingkungan keluarga.Anak dibiasakan dan dilatih membangun jalan pikiran secara terarah,dirangsang hasrat ingin tahu anak untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya ke arah kemajuan.Sehingga potensi anak dapat dikembangkan dan anak akan tumbuh menjadi pribadi mandiri,tangguh,statis serta optimis menyukai kemajuan.
Orang tua berperan penting dalam mengaktualisasikan (memunculkan) dorongan prestasi pada anak,membangkitkan aspirasi dan ambisi dari dalam diri anak untuk mengejar prestasi belajar.
Pola interaksi yang terbangun antara orang tua dan anak harus diusahakan memberi stimulus (rasangan) untuk membuka nalar anak,merangsang respon penalaran anak terhadap segala sesuatu yang menjadi objek atau fokus perhatian anak. membiasakan anak untuk berfikir mempertanyakan objek yang menjadi perhatiannya,mengeluarkan pendapat,perasaan,pikiran ,cipta,dan karya secara bebas sesuai tingkat penalarannya.


0 komentar:

Posting Komentar



free counters