Halaman

Sabtu, 04 Juli 2020

Kabar baik,Munculnya Ikan Raksasa Napoleon di Riau


Kemunculan ikan napoleon (Cheilinus undulatus) di kawasan konservasi perairan Pekanbaru Riau mengindikasikan kondisi terumbu karang di kawasan itu membaik.
Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono menegaskan kemunculan salah satu raksasa penjaga karang ini mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu karang perairan di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TWP Pieh dan laut di sekitarnya makin sehat.
"Ikan napoleon termasuk ikan karang berukuran besar. Sepanjang hidupnya, selalu berasosiasi dengan terumbu karang atau di habitat-habitat yang berdekatan terumbu karang," ujar Aryo mengutip Antara, Kamis (2/7).


Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) yang statusnya dilindungi terbatas menghilang sejak 1994 di perairan Sumatera Barat (Sumbar). 26 tahun tidak termonitor, tahun ini ikan langka itu muncul lagi.
Ikan napoleon itu terlihat ketika tim dari pengelola kawasan konservasi Perairan Nasional (KKPN) melakukan monitoring di perairan Pieh. Memang biasanya KKPN ini mengawai kondisi terumbu karang.

Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Pekanbaru, Fajar Kurniawan menjelaskan bahwa monitoring biofisik TWP Pieh merupakan agenda rutin tiap tahun sebagai instrumen pengelolaan kawasan konservasi perairan demi mewujudkan sumber daya laut yang lestari dan berkelanjutan.
Namun pada pekan lalu, hasil monitoring 14 titik di taman wisata perairan Pieh, Sumbar,
Selama kegiatan monitoring, tim berhasil menjumpai salah satu biota laut yang dilindungi yaitu Ikan napoleon. didapati penampakan ikan napoleon di dua titik. 

Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Fajar Kurniawan menerangkan, dulunya ikan napoleon itu terakhir ditemukan sekitar tahun 1994-1995.

pelaksanaan monitoring biofisik di masa pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol normal baru.
Berdasarkan data, pada 2019 tercatat tutupan karang TWP Pulau Pieh sebesar 39,45 persen, sedangkan beberapa tahun sebelumnya atau tepatnya pada 2015 tutupan karangnya sebesar 28,38 persen.

"Pengamatan terumbu karang ini dilakukan dengan menggunakan metode underwater photo transect (UPT) atau transek foto bawah air. Sedangkan pengamatan ikan karang dilakukan pada setiap titik transek permanen dengan menggunakan metode underwater fish visual census (UVC)," ujar Fajar.

Selain itu,ujar dia.Fajar menuturkan, ikan napoleon berasosiasi dengan terumbu karang. Kalau kondisi karangnya baik,ikan tersebut bakal kembali dengan sendirinya.bisa membesar dan hidup kembali di lokasi terumbu karang.
"Status ikan ini dilindungi terbatas. Kalau dilindungi terbatas itu ukuran yang bisa diambil itu tertentu saja," kata Fajar.
Karena ikan ini memiliki ancaman kepunahan, maka statusnya dilindungi terbatas. Calam CITES, jenis ikan napoleon ini termasuk dilindungi terbatas dan sudah diatur dalam peraturan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 tahun 2013.

source : CNN Indonesia disini disini





0 komentar:

Posting Komentar



free counters